Menyambut Hari Nelayan Nasional 6 April 2013

Gaung Hari Nelayan setiap 6 April masih terdengar senyap, sesunyi perhatian negara terhadap nasib kaum nelayan. Sekian kalinya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap tahun, selama itu pula nasib nelayan tak beranjak membaik.

Aksi Menyambut Hari Nelayan

sumber daya laut yang melimpah namun nasib nelayan kita belum sepenuhnya sejahtera" hanya sepenggal kalimat yang membuat puluhan mahasiswa dari Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di bawah terik matahari depan pintu I Kampus Unhas.

In Memoriam Recky Gloria Randabunga

Hampir seluruh mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin berpakaian hitam ke kampus Jumat 12 April 2013. tepat 1 tahun kepergian saudara kami "Recky Gloria Randabunga". .

Bermula di hampir 'NOL'

Perjalanan kelembagaan dalam kesehariannya adalah sebuah bentuk siklus tanggung jawab yang terus berputar dari awal sampai akhir dan kembali lagi ke alwal yang tentunya berdasarkan amanah konstitusi.

Cukur Bawah Laut Pertama di Indonesia

Minggu 13 januari 2013 tepatnya di perairan tanjung Bira kabupaten Bulukumba, Senat mahasiswa kelautan Universitas Hasanuddin bekerja sama Anda dive center, PNPM Parawisata Desa bira dan Marine Science diving Club Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan unik yang tidak pernah dilaksankan di Indonesia.

Thursday, 4 April 2013

Menyambut Hari Nelayan Nasional 6 April 2013




Indonesia memiliki wilayah sebagian besarnya adalah laut, dan tidak bisa dipungkiri kekayaan laut Indonesia pastilah besar. Luas laut Indonesia yang mencapai 5,8 juta km2, terdiri dari 0,3 juta km2 perairan teritorial, 2,8 juta km2 perairan pedalaman dan kepulauan, 2,7 juta km2 Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE), serta terdiri lebih dari 17.500 pulau, menyimpan kekayaan yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, potensi kelautan Indonesia diperkirakan dapat memberikan penghasilan lebih dari 100 miliar dolar AS per tahun. Namun yang dikembangkan kurang dari 10 persen. Dengan laut yang sangat luas itu, potensi ekonomi laut Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 triliun dollar AS per tahun, atau dapat dikatakan setara dengan 10 kali Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Oleh karena itu, apabila seluruh potensi kelautan ini dikelola dengan baik maka diperkirakan 85% perekonomian nasional bakal sangat bergantung pada sumber daya kelautan.

Hanya saja besar potensi tersebut belum berbanding lurus dengan kenyataan kehidupan masyarakat nelayan di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statisti (BPS) sekitar 30,02 juta penduduk berada dalam kondisi miskin dan tercatat jumlah nelayan miskin mencapai 7,87 juta orang atau 25,14 persen dari jumlah penduduk miskin nasional, dan mayoritas adalah nelayan tradisional.

Gaung Hari Nelayan setiap 6 April masih terdengar senyap, sesunyi perhatian negara terhadap nasib kaum nelayan. Sekian kalinya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap tahun, selama itu pula nasib nelayan tak beranjak membaik. Masalah yang dihadapi nelayan saat ini karena masih sangat kurangnya perhatian dari pengambil kebijakan (pemerintah). Permasalahan  klasik masih saja terus terjadi di kalangan nelayan seperti kebijakan impor ikan, belum meratanya BBM bersubsidi untuk nelayan, pendidikan yang layak, kesehatan yang layak dan regulasi kebijakan (Undang-undang) yang selalu merugikan nelayan.

Di tengah kesulitan nelayan mencari ikan, arus ikan impor deras mengalir seolah menjadi jalan pintas bagi pemenuhan kebutuhan ikan dalam negeri. Kebijkan ini sangat bertentangan dengan kenyataan sumber daya alam laut Indonesia yang sangat melimpah. Dalam dua-tiga tahun terakhir, arus impor ikan terus meningkat melalu pengusaha-pengusaha besar. “Pemerintah, khususnya Menteri Kelautan dan Perikanan tidak berpihak pada nelayan. Sudah jelas impor ikan sama saja membunuh nelayan tradisional. Seharusnya KKP bukannya mengeluarkan kebijakan impor ikan, tapi bagaimana meningkatkan kuantitas hasil tangkapan ikan nelayan sendiri,”

nelayan harus  diimbangi dengan langkah penguatan dan pemberdayaan nelayan kecil yang mendominasi negeri bahari ini seperti pendidikan dan kesehatan gratis yang layak untuk keluarga nelayan sebagai cikal bakal untuk peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas, karena seperti yang kita ketahui kondisi pendidikan dan kesehatan di daerah pesisir terutama pulau-pulau kecil sangatlah memprihatinkan. Masalah lain yakni masih lemahnya pertahanan dan ketahanan di perbatasan laut kita karena masih banyaknya pencuri ikan masuk ke Indonesia.

Untuk itu kami menuntut kepada pemerintah sebagai pengambil kebijakan untuk segera mensejahterakan nelayan dengan :
                                                                     
·         Subsidi BBM yang merata untuk nelayan
·         pendidikan dan kesehatan gratis yang layak
·         Mencabut kebijakan impor ikan
·         Memperkuat pertahanan di perbatasan laut Indonesia

Thursday, 21 March 2013

Lesehan Koridor "Dasar-dasar Advokasi"


Kamis 21/3/13, Senat Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan yang berjudul “lesehan koridor”. Yang dibuka pada pukul 16.00 wita di koridor kelautan UNHAS.

Melihat kondisi koridor kelautan saat ini yang fungsinya hanya sebagai tempat online dan berkumpul tertawa, maka dari departemen pengembangan diri SEMA Kelautan unhas berinisiatif memfasilitasi mahasiswa kelautan agar koridor ini dapat termanfaatkan tidak hanya sebagai tempat berkumpul tapi juga sebagai tempat diskusi dan belajar.

Dengan mengusung tema “Make Everything Start Here”, diharap agar dapat menumbuhkan kembali gairah diskusi dan kajian dikalangan mahasiswa khususnya mahasiswa ilmu kelautan sendiri.  

Diskusi kali ini berbicara tentang dasar-dasar advokasi yang difasilitatori langsung oleh Rahmat Januar (Acong) dari Lingkar Advokasi Mahasiswa (LAW UNHAS). Acong, menegaskan bahwa akibat adanya dekadensi kelembagaan di Universitas Hasanuddin, menjadikan diskusi ataupun kajian-kajian menjadi barang langkah di “kampus merah” tercinta  kita ini.

Ditambah lagi besarnya intervensi pihak birokrasi kepada lembaga, mengakibatkan terbatasinya ruang gerak dan kreativitas mahasiswa sehingga menciptakan ketakutan untuk melakukan diskusi dan kajian-kajian seperti ini. “Syukurlah mahasiswa kelautan UNHAS punya semangat menghidupkan kembali diskusian seperti ini”, tutur Acong.

Perlunya berdikusi dan melakukan kajian antar sesama mahasiswa, khususnya berbicara advokasi, akan memberi pemahaman kepada kita akan pentingnya mengorganisir suatu masalah untuk kemudian dapat merubah kebijakan-kebijakan yang salah.

Pentingnya advokasi juga menjawab dan memberi solusi terkait adanya dekadensi kelembagaan dan intervensi yang dilakukan pihak birokrasi kepada lembaga mahasiswa yang ada di kampus merah Universitas Hasanuddin.
 “(Ali bin Abi Tholib R.A) Kebajikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kejahatan yang terorganisir”, Acong menutup mesra diskusinya.

Wednesday, 20 March 2013

Selamat dan Sukses : Ancu, Anto, Dayat, Mufti, Rabuana, Haerul, Matte’, Dilla dan Lisda

Rabu 20 Maret 2012 asap mengepul di depan Senat Mahasiswa Kelautan di bawah terik sinar matahari yang cukup membuat kulit untuk mengeluarkan keringat. Puluhan ikan berjejeran di atas besi yang dibawahnya terhambur bara api. Puluhan keluarga mahasiswa lalu lalang sibuk menunggu ikan yang terpanggang di atas bara api, menyiapkan nasi, sayur, air minum dan piring.
Setelah bau ikan bakar tercium hingga koridor dan panggilan sumbang dari keluarga serentak 30-an keluarga mahasiswa berkumpul di atas panggung depan Senat di bawah baliho berukuran 3 X 4 meter dengan 9 gambar Keluarga Mahasiswa dengan tulisan selamat dan sukses atas gelar dan sarjananya.
Acara sederhana penyambutan 9 wisudawan/wisudawati Keluarga Mahasiswa Kelautan memang rutin dilakukan setiap adanya wisudawan. 






Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan rasa syukur atas gelar Sarjana Kelautan (S.kel) buat 9 wisudawan/wisudawati Keluarga Mahasiswa Kelautan.

Friday, 8 March 2013

Coralia Study Club UNHAS Bedah Film “Blue Coral : Coral Seas Volume 6”

Kamis (7/3/13),bertempat di ruang rapat FIKP UNHAS lantai III, dengan simak mahasiswa ilmu kelautan menyaksikan film “Blue Coral : Coral Seas Volume 6” yang disuguhkan oleh Coralia Study Club UNHAS atau biasa di singkat CSC. Beberapa mahasiswa terkesima dan sedikit tegang dengan suasana ruangan yang redup dibantu efek suara dari film yang diputarkan. 
 
Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.10 WITA dengan 22 peserta yang berasal dari mahasiswa ilmu kelautan sendiri dan salah seorang dosen ilmu kelautan yang juga sebagai pembina CSC. Bapak Syafyuddin Yusuf, ST,M.Si atau Pak Ipul sapaan akrabnya adalah salah satu dosen coralogy ilmu kelautan UNHAS yang menjadi fasilitator dalam bedah film ini.Bapak kelahiran Bima (1969) ini juga adalah bapak coral se-Indonesia timur, maka tak heran jika beliau dianggap sebagai orang yang sangat berkompeten menjadi pembicara pada kegiatan ini.
Pak Ipul lagi menjelaskan
Bedah film ini bertujuan untuk membuka mata kita terkaitperan karanguntuk kehidupan ekologi terlebih kepada mahasiswa ilmu kelautan yang memang akan berbicara banyak soal ini. Juga agar mahasiswa dapat tergerak secara konservasi guna keberlanjutan kehidupan organisme karang yang saat ini krisis ekologi.
 
“Bedah film ini adalah salah satu ajang untuk menumbuhkan jiwa laut untuk anak laut dalam terapan satu spesifikasi ilmu yang didalami di jurusan ilmu kelautan UNHAS”, ujar Tarsan, ketua CSC saat ditanyai.
 
Film ini menggambarkan bagaimana reproduksi, interaksi, kompetisi, predisi dan adaptasi baik karang maupun organisme lain yang berada disekitar terumbu karang.Dimana peran terumbu karang menjadi rumah dan tempat mencari makan bagi organisme lain mulai organisme mikro hingga organisme yang paling besar. Terumbu karang juga menjadi tembok penghalang yang mampu menahan derasnya ombak yang akan menghempas kepermukaan pesisir.
 
CSC sendiri merupakan organisasi ilmiah dibawah yang berorientasi pada karang. Dibentuk kembali pada tanggal 22/2/13 yang sempat vakum setelah pembentukan awalnya 7/10/2010 silam.
 
Meski organisasi ini belum teraktualisasi sepenuhnya, namun sudah terlihat jelas bahwa tujuan dari dibentuknya CSC ini akan sangat memengaruhi masa depan mahasiswa kelautan dan juga kehidupan karang tentunya.

Tuesday, 5 March 2013

DISKUSI DAN KORIDOR BUKU


Senin/selasa, tanggal 4-5 maret 2013, Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin mengadakan Diskusi dan Bazar Buku yang di fasilitasi langsung oleh Departemen Advokasi dan Kajian Strategi. Diskusi kali ini mengangkat tema "Ada Apa Dengan Lembaga Kemahasiswaan Hari Ini" yang dilaksanakan pada hari senin tanggal 4 maret 2013 bertempat di Koridor Kelautan. Tema ini diangkat dengan tujuan untuk menyikapi kondisi Lembaga kemahasiswaan yang semakin hari semakin tidak jelas arah tujuan kemana, dan tentunya menyikapi geliat birokasi yang semakin terasa di lembaga kemahasiswaan.   

      Tahapan dari kegiatan ini adalah  pertama koridor buku kelautan yang berbarengan dengan akustikan , bekerja sama dengan Toko Buku Papirus, buku yang disediakan adalah buku umum. Tujuannya adalah menyediakan wadah bagi teman-teman untuk membaca, selama kegiatan ini jalan banyak teman-teman yang singgah, baik melihat, membaca dan membeli buku. Kedua yaitu  Diskusi dengan tema “Ada Apa dengan Lembaga Kemahasiswaan Hari Ini”, yang perlu ditahu kultur dari lahirnya sebuah lembaga adalah kebutuhan mahasiswa, bukan kebutuhan birokrasi, karena lembaga itu adalah Dari, Untuk Dan Oleh Mahasiswa. 

Suasana Diskusi
      Pemateri dalam diskusi ini adalah Muh, Maula razak angkatan 2007 dari fakultas ekonomi, hal pelik yang dihadapi dilembaga saat ini adalah kesadaran mahasiswa untuk berlembaga, tidak terkecuali terjadi disetiap Lembaga Kemahasiswaan. Pertanyaannya apakah lembaga sekarang tidak menarik lagi? Menurutnya ada beberpa hal yang mempengaruhi mahasiswa untuk berlembaga yaitu Hegemoni Karaokean, asyik dengan dunia maya ( facebook, twitteran ) dan disibukkan dengan  kerja tugas yang diberikan oleh dosen. 

      Terlepas dari itu intervensi yang dilakukan olek pihak birokrasi. Keberhasilan dari birokrasi adalah mematikan sebuah lembaga kemahasiswaan, yaitu dengan cara memberikan ancaman berupa skorsing dan D.O ( drop out ) ke pengurus lembaga. Kunci keberhasilan ini adalah adanya pertukaran informasi ( share ) yang dilakukan oleh birokrasi misalnya birokrasi fakultas A berhasil mematikan lembaga kemahasiswaanya, kemudian berbagi informasi ( share ) dengan birokrasi B beginilah yang saya lakukan terhadap lembaga kemahasiswaanku, itulah pola yang terjadi dibirokrasi saat ini. Sedangkan kekurangan dari Lembaga kemahasiswaan adalah kurangnya pertukaran informasi ( share ) disetiap lembaga kemahasiswaan, intinya Lembaga Kemahasiswaan sekarang tak lagi solid.

Monday, 4 March 2013

Lembaga Pendidikan Ataukah Lembaga Peradilan??


Dibilik Senat saya menulis, apa yang terjadi terhadap nasib kawan-kawanku, nota benenya adalah Mahasiswa yang harus duduk dibangku kuliah, menerima mata pelajaran, menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen dan harus memenuhi Gelar seperti yang diinginkan oleh Orang Tua yaitu “SARJANA” yang menjadi harapan semua Mahasiswa.
Namun apa yang terjadi dengan kawan-kawanku sekarang faktanya adalah 5 orang di D.O ( Drop Out ), dan 7 Orang di Skorsing dan Puluhan di Skorsing Percobaan. Anehnya apakah “ Skorsing percobaan” itu ada atau tidak ? Apakah ini yang disebut dengan Lembaga Pendidikan Ataukah Lembaga Peradilan??? Apakah ini yang disebut Lembaga pendidikan yang PULUHAN MAHASISWANYA diSkorsing dan D.O.


gedung fakultas ilmu kelautan dan perikanan (www.unhas.ac.id)


Dibilik Senat saya menulis, Lembaga Pendidikan adalah Lembaga yang menjalankan Amanah UUD 45 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan mengadili anak bangsa. Aneh tapi nyata, inilah yang terjadi terhadap kondisi lembaga pendidikan hari ini yaitu mengadili tanpa ampun D.O ( Drop OUT ) dan Skorsing. wajah sesusungguhnya yang diperlihatkan oleh Lembaga Pendidikan hari ini.
Dibilik senat saya menulis…….oleh : Wanda

Sunday, 3 March 2013

PELATIHAN MENULIS BERSAMA “MAKASSAR NOL KILOMETER” part 1

Minggu sore yang senja dipelataran ruang tamu Kampung Buku (BTN CV Dewi). Dimulai pada pukul 16.00 WITA, beberapa mahasiswa ilmu kelautan UNHAS dengan tenang tapi santai sedang mengikuti pelatihan menulis bersama editor buku Makassar Nol Kilometer, Anwar Jimpe Rahman. Dengan suguhan kopi arabika dan suasana kekeluargaan menambah sikap antusias mahasiswa mendengarkan pemateri menjelaskan materinya. 


Kegiatan ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 3 maret 2013 yang diinisiasi oleh beberapa mahasiswa ilmu kelautan sendiri yang  sangat berkeinginan memahami cara penulisan yang baik dan benar. Dan sebagai orang yang berpengalaman dan yang lebih tau tentang penulisan, Jimpe sapaan akrabnya menjadi mediator dari pelatihan penuisan ini.

Melihat dari kondisi mahasiswa ilmu kelautan sendiri yang haus akan publikasi tulisan ilmiah, latihan ini sangatlah bermanfaat tentunya. Menulis menjadi sangat penting bagi mahasiswa ilmu kelautan, kerena nantinya akan dimanfaatkan untuk memublikasikan karya-karya ilmiah mereka, skripsi dan banyak manfaat lain didalamnya. 

Pelatihan ini dimulai dengan membahas tentang jurnalistik. “Jurnalistik merupakan dasar yang sangat perlu dipahami lebih dulu, dan setelah jurnalistik ini akan banyak metode-metode penulisan lain yang akan kita ulas dan perlu pemahaman lebih, kata Jimpe”. Tambahnya, jurnalistik menjadi sangat penting diawal pelatihan karena jurnalistik sangatlah menekankan kaedah-kaedah penulisan yang baik dan benar.

Berbicara jauh soal pelatihan ini, nantinya akan ada latihan meneliti terkait permasalahan masyarakat, dimana hasil penelitian masing-masing peserta ini akan disatukan untuk kemudian disajikan dalam sebuah buku.

Thursday, 28 February 2013

Berpartisipasi dalam Bincang-Bincang "Masyarakat dan Adaptasi Perubahan Iklim"

Kak Komar lagi presentasi. sumber : @nyomnyomz

Perubahan iklim merupakan salah satu dari bebebrapa faktor yang mempengaruhi penghidupan di Indonesia. Perubahan pada parameter niklim di negeri ini telah diamati oleh banyak ahli. Tingginya intensitas bencana alam yang melanda negeri kita ini, perubahan pola hujan dan kekeringan, serta musim yang sulit untuk diprediksi  oleh petani dan nelayan adalah merupakan pengalaman yang umum dialami  oleh masyarakat  di daerah pesisir, pedesaan dan perkotaan di Indonesia.

Kamis, 28 Feruari 2013 bertempat di Swiss Belinn Hotel Makassar, Oxfam  melaksanakan bincang-bincang tetang masyarakat dan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan ini adalah bagian dari Proyek uji coba ini the Eastern Indonesia Climate Adaptation Network (EI-CAN) atau Jaringan Adaptasi Perubahan Iklim Indonesia Timur. 

Sekitar 50 peserta hadir dari berbagai elemen yakni pemerintahan, LSM, akedemisi, masyrakat sipil, mahasiswa, dan berbagai komunitas. Kami dari Senat Mahasiswa Kelautan turut ambil bagian dalam bincang-bincang ini.

Hadir sebagai pembicara kanda Carlo,  kanda Kamaruddin Azis (Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas) dan dipandu oleh kak jimpe dari Inninawa. Kak Jimpe membuka acara dengan memberikan cerita dari nelayan tambak yang ada di Lakkang “jika musim hujan ikan-ikan yang ada di tambak di beri Extra joss”.

Terjadinya pemanasan global merupakan suatu bentuk ketidakadilan antara penduduk kota dan desa, karena penduduk kota yang melakukan kemudian penduduk desa yang bertanggung jawab. pola pikir bisa berubah, tapi pola hidup sulit untuk diubah. Ungkap kak Carlo

Sedangkan kanda Kamaruddin Azis mengunkapkan Mestinya diabangun kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk menghadapi pemanasan global yang menjadi penyebab perubahan iklim

Lain hal nya Nirwan sebagai ketua Senat Mahasiswa Kelautan Unhas mengunkapkan tahun 2050 nanti losari akan tenggelam. Data ini merupakan hasil penelitian dari salah satu mahasiswa Kelautan Unhas.

Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlunya kerja sama semua elemen dan perencanaan yang matang untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim ungkap kak Jimpe sebelum menutup acara.











Wednesday, 27 February 2013

“Sebarkan Ilmu dengan Berbagi Buku”




Membaca merupakan hal yang sangat penting karena dapat membuka wawasan baru. Banyak hal-hal baru yang akan Anda temukan dalam sebuah bacaan. Hal-hal yang belum pernah kita ketahui. Bahkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan ada.

Membaca dapat mencerdaskan intelektual, spiritual, emosional, dan kepercayaan diri yang berpadu dengan kerendahan hati. Membaca akan membuka peluang kita untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Membaca akan menumbuhkan kemampuan kita untuk berpikir kreatif, kritis, analitis dan imajinatif. Melalui membaca kita akan membentuk kemampuan berpikir lewat proses: menangkap gagasan/informasi, memahami, mengimajinasikan, menerapkan dan mengekspresikan.

Banyak yang mengatakan buku adalah jendela dunia. Betul sekali, buku adalah jendela dunia. Dengan membuka buku berarti Anda membuka jendela dunia. Anda bisa melihat keluar, sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada di rumah kita. Yang dimaksud rumah adalah pikiran kita saat ini. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan membaca sebuah buku berarti kita membuka cakrawala.

Membaca buku adalah kita menyelami dunia lain, yaitu sebuah dunia yang ada di dalam pikiran orang lain. Sementara setiap orang memiliki dunia masing-masing. Dengan membaca buku kita akan menyelami berbagai dunia orang lain yang akan memberikan kita kebijaksanaan yang lebih mendalam dalam menghadapi hidup.

Tidak ada, satu buku pun yang pernah ditulis di dunia yang tidak membawa manfaat. Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan hikmah. Jika kita masih kesulitan menangkap makna dan hikmah dari suatu buku, berarti kita harus meningkatkan keterbukaan pikiran kita. Hikmah dan makna sebuah buku tidak akan masuk ke dalam pikiran yang tertutup.

Satu-satunya buku yang tidak membawa manfaat adalah buku yang tidak pernah kita baca. Sekali kita membaca buku, maka makna dan hikmah buku tersebut bisa masuk ke dalam pikiran kita jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah seorang yang memiliki pikiran terbuka, saya yakin. Sebab Anda mampu membaca artikel ini sampai pada paragrap ini. Ini berarti, Anda akan mampu menerima makna dan hikmah dari buku manapun yang Anda baca

Perpuskaan merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Diera globalisasi saat ini perpustakaan merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam kemajuan. Dimana sebuah perpustakaan sangat berpengaruh  untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang dapat digunakan sebagai sarana  kegiatan untuk berpikir, berkomunikasi dan belajar yang semua itu dibangun atas ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa kita dapat melalui banyak membaca buku. Adapun keunggulan didirikannya perpustakaan adalah untuk menarik minat baca sehingga kita dapat memperoleh informasi yang diinginkannya dengan mudah melalui sarana perpustakaan. Yang mengoleksi berbagai kumpulan buku-buku yang terdiri dari berbagai bidang sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan yang terjadi diera globalisasi saat ini.

Menjadi warga binaan Rumah Tahanan bukan berarti mereka harus terasing dari cakrawala pengetahuan. Meski fisik mereka terpenjara tapi hati dan pikiran mereka harus tetap merdeka. Warga binaan rumah tahanan, secara psikologis akan merasa terasingkan jika berada dalam jeruji besi. Pemikiran mereka yang sebelumnya cenderung ke yang salah  akan lambat laung berubah jika mereka mendapatkan referensi atau contoh perilaku yang baik, yakni salah satunya dengan buku

Berangkat dari pemikiran diatas maka kami dari Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin dan Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas II B Kabupaten Barru, Insya Allah akan melakukan pengadaan buku perpustakaan sebagai wujud kepedulian pentingnya membaca.

            Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Membudayakan gemar membaca pada warga , Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, Memberi kemudahan kepada warga dalam mencari literature bacaan, Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik, Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik, Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia, Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa, serta Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Dengan mengusung tema “Sebarkan Ilmu dengan Berbagi Buku” kami mengharapkan kepada seluruh elemen dapat memberikan bantuan berupa donasi buku. Adapun jenis koleksi buku yang kami harapkan adalah Bidang Keagamaan (Mencakup beberapa bidang ilmu seperti Ilmu Fiqh, Aqidah, Akhlaq dan kitab-kitab (buku) lain penunjang kegiatan pengembangan wawasan keagamaan (Islam).), Bidang Lingkungan Hidup (Mencakup beberapa bidang lingkungan hidup seperti Ekologi, biologi , kelautan, kehutan, perikanan, pertanian, Pengembangan Ekowisata, dan lain-lain yang termasuk dalam buku tentang lingkungan hidup terkhusus Kelautan), dan BidangUmum (Mencakup beberapa bidang seperti Politik, Sosial, Budaya, Ekonomi, Filsafat, Hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi serta bidang-bidang lain penunjang wawasan umum.)

Jika anda memiliki buku dan mau men-donasikan silahkan bawah langsung atau kirim ke Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin di gedung Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan, dan jika berada dalam wilayah makassar hubungi kami di no kontak 085223114084/085244848280 Insya Allah kami akan jemput bukunya.

Tuesday, 26 February 2013

Rapat kerja pengurus Senat mahasiswa Kelautan Unhas Periode 2012-2013


Sabtu dan minggu (23 & 24 Februari 2013) jadi hari yang cerah untuk wilayah kota Makassar. Maklum saja sudah beberapa minggu ini “hujan tidak pakai spasi” kicau salah satu akun di twitter. Cerahnya hari berbanding lurus dengan suasana hati 30 orang pengurus dan KEMA kelautan UH untuk bertandang ke desa Lakkang. Lokasi rapat kerja kali ini tergolong dekat dari kampus Unhas. Cukup menuju ke Kera-kera dan menunggu kapal, insya Allah kita sudah sampai setelah 20 menit penyebrangan.

Rapat kerja ini jadi tolak ukur gairah bersenatria bagi mahasiswa Kelautan UH. Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua Senat ini berlangsung selama dua agenda mengenai program kerja. Agenda pertama ialah presentase usulan program kerja tiap departemen yang dipimpin langsung oleh koordinator masing-masing. Setelah itu agenda pembahasan program kerja tadi. Hampir subuh ketika segala agenda rapat usai.

Sekira pukul 08.00 WITA, berkunjung ke bunker peninggalan Jepang jadi agenda. Sesuai dengan rencana tentang bersih-bersih bunker dan sekitarnya pun berlangsung selama sekitar dua jam. Pada kesempatan kali ini kami menyampaikan banyak terima kasih kepada unsur pemerintahan desa Lakkang dan seluruh warga yang telah menerima kegiatan ini. Terkhusus untuk ayahanda Jumakir yang sudi menyediakan rumahnya sebagai base camp panitia.

Akhir kalimat, desa Lakkang adalah destinasi yang cukup baik bagi para penggemar pancing, khususnya air tawar. Terdapat banyak lokasi memancing di lokasi yang cukup dekat dari kampus Unhas Tamalanrea ini. Belum lagi biaya penyebrangan yang hanya Rp. 2.000.




Tuesday, 19 February 2013

Upaya Penyelamatan Lumba-lumba yang kesasar di Sungai Tallo

Sirip Lumba-lumba yang kesasar di Sungai Tallo (baso hamdani)


Rabu malam 13 Februari 2013 kami mendapat kabar dari Baso Hamdani (Mahasiswa Kelautan Angkatan 2008) bahwa dia melihat seeokor mamalia laut yakni lumba-lumba tersesat di sungai Tallo  di sekitar delta lakkang. Baso pun berhasil mengabadikan gambar Lumba-lumba yang tersesat itu. Gambar Lumba-lumba yang tersesat itu pun di upload ke media sosial untuk sharing mengenai kejadian yang baru pertama kali terjadi di sungai Tallo. Menurut warga sekitar, lumba-lumba itu sudah terlihat  3 hari sebelum baso mengabadikan gambarnya.

Setelah mendapatkan kabar tersebut kami dari Senat Mahasiswa Kelautan langsung mempersiapkan diri dan membentuk tim untuk upaya penyelamatan Lumba-lumba yang kesasar di sungai. Seperti yang kami ketahui bahwa sungai merupakan bukan habitatnya karena salinitas (kadar garam) air laut dan air sungai jauh berbeda, ini dapat mengancam kematian bagi Lumba-lumba jika berada di sungai. 

Kamis 14 Februari 2013  tim sebernarnya sudah memastikan untuk melakukan survey langsung ke lapangan, tapi tersendat oleh cuaca yang sangat buruk sehingga memaksa kami untuk mengurungkan niat kami melakukan peninjauan. Tim memutuskan pencarian dilakukan keesokan harinya jika cuaca mulai membaik.

Jumat 15 februari 2013 mulai pagi hari sudah disambut dengan hujan keras dan anging kencang yang melanda Makassar. Tim baru bisa berangkat di sore harinya karena cuaca yang mulai membaik, tim yang beranggotakan 6 mahasiswa kelautan menyusuri sebagian sungai Tallo dengan perahu rakyat. Saat penelusuran kami tidak melitahat Lumba-lumba tersebut karena menurut warga posisinya berpindah-pindah. 

Tim memutuskan untuk singgah di Delta Lakkang untuk mengumpulkan informasi tentang keberadaan lumba-lumba yang kesasar dan tidak adanya kapal yang memadai untuk melakukan pencarian. Informasi dari seluruh warga yang kami tanya membenarkan adanya seekor  lumba-lumba yang berukuran kurang lebih 1 meter berenang di sekitar sungai. Salah seorang warga pun mengatakan hewan mamalia laut ini sudah terlihat lemas dan mengalami luka.
Sabtu 16 Januari kami pun melakukan pencarian karena kami telah mendapatkan bantuan pinjaman speedboat dari ketua Possi Sul-Sel untuk mempermudah pencarian. Pagi yang begitu cerah di jam 09 pagi tim berkumpul di Senat Mahasiswa Kelautan sebelum berangkat ke dermaga Kera-kera untuk menunggu speedboat. 

Setelah speedboat tiba di dermaga Kera-kera kami pun langsung menyusuri sungai Tallo untuk melakukan pencarian karena lagi-lagi Lumba-lumba itu terus berpindah tempat. Dalam pencarian kami pun mencari informasi ke seluruh nelayan yang melintasi sungai Tallo  mengenai posisi terakhir lumba-lumba itu.

Pencarian yang dilakukan selama 5 jam dan menelusuri sungai Tallo dari sekitar jembatan Jl. Perintis hingga ke muara sungai Tallo tim tidak menemukan Lumba-lumba tersesat yang rencananya akan digiring menuju laut sebagai habitat asilnya. Pencarian kami hentikan karena kami mendunga Lumba-lumba itu telah kembali ke laut karena jika mati maka pasti kami telah mendapat bangkainya.

Selasa 19 Februari 2013 kami memutuskan untuk menghentikan pencarian karena dari tanggal 17-18 februari menurut informasi warga lumba-lumba itu tidak terlihat lagi di sungai Tallo. Kami pun berharap jika hewan yang biasa berkoloni ini sudah menemukan teman-teman meraka di laut dengan kemampuan komunikasi lewat suara.

Tim (dok. Anca 08)

Saturday, 9 February 2013

Kampus Sarang Pembodohan

Tahukah kalian tentang sederet bangunan yang berisi beragam fasilitas pembelajaran. Di sana ada refleksi tentang dunia yang sesungguhnya. Ada rakyat, penguasa, aparat hingga penjahat. Itu lah kampus, ada juga yang menganalogikannya sebagai miniatur Negara.
Menjadi tujuan dari beribu-ribu pemuda/i dari penjuru negeri. Sebagai kebanggaan sebagian orang tua di desa maupun kota. Begitu bangganya kalian ketika mengatakan akan ke sana terhadap mereka yang bukan mahasiswa. Tiap pagi sang petugas menyiapkan semuanya, dari membuka pintu, mengepel lantai sampai mengalirkan air. Beberapa saat kemudian datanglah kalian dengan berbagai aroma parfum. Tak terhitung pula berapa merk sepatu berbeda yang kalian kenakan. Masuk kelas, duduk dan sesekali mengutarakan pendapat akan materi yang disajikan oleh dosen. Walau inti dari semua acting kalian di dalam kelas hanyalah paraf absen. Sudahlah kawan, kita sama-sama tak perlu munafik, karena 80% kehadiran menjadi kebutuhan primer dalam kasus ini. Mengapa harus demikian,padahal kalian bukan lagi anak sekolah dasar yang mesti mendapat penjagaan dalam proses pembelajaran. Seakan-akan kalian adalah pembohong kelas kakap.

Saat jeda tiba, kantin(mace) jadi tujuan. Ada pun yang ke perpustakaan ketika ada tugas kajian tentang skripsi. Sambil makan/minum, sesekali terlontar guyonan tak berkelas dari mulut kalian yang notabene akan menyandang gelar sarjana. Jam demi jam berlalu, begitupun dengan pembodohan yang tak jauh dari tempat duduk nyaman kalian. Apakah di tengah permainan domino maupun asiknya BBMan, kalian masih peduli dengan si anu yang dipersulit pengurusan akademiknya, si itu yang dicabut beasiswanya atau pun si dia yang diskorsing.  Mengapa kalian tak pernah belajar untuk peduli. Jika kalian tak mampu belajar tentang kehidupan di kampus ini, maka pulanglah ke rumah. Karena ibu dan ayah adalah guru besar tentang kehidupan. Ingat kata Einsten, dunia ini begitu berbahaya, bukan karena orang-orangnya jahat tapi tidak peduli.

Tiap langkah kali ini adalah benih yang akan dipanen di kemudian hari. Kalau sebagian menilai mereka yang peduli sebagai gila urusan, biarkan saja. Itulah benih yang mereka tebar saat ini. Karena membiarkan pembodohan itu leboh bodoh dari pada bodoh.
Iccankla 09


Thursday, 24 January 2013

Bermula di Hampir 'NOL'

Penyerahan Berkas dari DEMA ke Ketua Senat

Perjalanan kelembagaan dalam kesehariannya adalah sebuah bentuk siklus tanggung jawab yang terus berputar dari awal sampai akhir dan kembali lagi ke alwal yang tentunya berdasarkan amanah konstitusi. Untuk itu diperlukan sebuah ruang guna dalam hal ini mengawali perjalanan generasi penerus kerja-kerja lembaga sebagai tahap awal memasuki jalan menuju amanah kelembagaan. Salah satu amanah kelembagaan Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin melalui Dewan Mahasiswa Kelautan yang terpilih lewat Kongres yang merupakan ritual alami di setiap kepengurusan baru yang terbentuk adalah melantik secara resmi pengurus Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin .



Pelantikan Pengurus merupakan instrument  kehidupan SEMA kelautan UH yang merupakan saat-saat yang sakral. Dalam konstitusi memang termaktub bahwa ketujuh huruf ini memegang mandat  tertinggi di antara segalanya. Lain lading lain belalang, begitu pula dengan kongres. Lain masa lain pula kongresnya, tentu saja esensi yang diharapkan juga berbeda. Berbeda dalam hal ini bukan berarti mutlak tak sama. Namun, bawalah hikmah sedetik yang lalu untuk memulai sedetik ke depan

Sambutan Ketua Umum
Kamis 23 Januari 2013 tepatnya di Koridor bersejarah Kelautan, puluhan Keluarga Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin dan mahasiswa lintas Fakultas Universitas Hasanuddin berkumpul dalam suatu acara sederhana dengan penuh semangat, yakni pelantikan Pengurus Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin periode 2012-2012
Foto Bersama Setelah Acara Selesai
Dibawah nahkoda Nirwan, 35 pengurus  mengucap sumpah sakral untuk menjalankan roda organisasi secara sunguh-sunguh dan penuh tanggung jawab. Pelantikan yang mengusung tema “Bermula di Hampir Nol” dipenuhi sambutan-sambutan perlawan untuk birokrasi yang telah berusaha mematikan Senat Mahasiswa Kelautan.

Pelantikan ini bertujuan untuk Mengukuhkan Pengurus SEMA kelautan UH periode 2012-2013, Sebagai pembuktian akan eksistensi KEMA Kelautan UH, dan Sebagai ajang sosialisasi terhadap eksistensi & esensi SEMA kelautan UH. 

Tuesday, 15 January 2013

'Cukur Rambut Bawah Laut' pertama di Indonesia


Minggu 13 januari 2013 tepatnya di perairan tanjung Bira kabupaten Bulukumba, Senat mahasiswa kelautan Universitas Hasanuddin bekerja sama Anda dive center, PNPM Parawisata Desa bira dan Marine Science diving Club Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan unik yang tidak pernah dilaksankan di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah cukur rambut dibawah laut pertama di Indonesia.  Kegiatan cukur rambut ini dilakukan pada kelaman 10,6 Meter dengan melibatkan empat penyelam yang di cukur rambutnya dan dua orang penyelam yang mencukur.

Adapun nama-nama pelaku bersejarah ini adalah Nirwan,Muh.Aksan,Mochudo Eka prasetya dan Riski Latjdindung sebagai yang di cukur di dalam air yang semua semuanya adalah mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Sedangkan yang mencukur adalah Laode Hadi “Dive Guide anda dive center Bira dan Rizal dari Marine Science Diving Club Universitas Hasanuddin” . adapun nama yang terlibat di kegiatan ini Ulil Amri Amang, Mayang Sari Takdir, A.wirawan Amir dan A’di.

Pihak rekor muri Indonesia akan memasukkan dalam catatan buku rekor muri Indonesia sebagai Cukur rambut bawah laut yang pertama di Indonesia

Tim cukur rambut bawah laut mengusung tema ‘’ lebih baik cukur rambut dari pada cukur karang: kenali keindahan bawah laut dan mari jaga bersama keindahannya”.





Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengkampanyekan kelestarian terumbu karang, kampanye bahwa laut bukan tempat sampah karena pada saat potongan rambut peserta langsung dimasukkan kedalam kantong plastik, dan sebagai ajang untuk mempromosikan keindahan bawah laut yang ada di Sulawesi selatan.

Friday, 11 January 2013

Senat Peduli Pulau Badi


Akibat cuaca buruk dan curah hujan yang  tinggi melanda sebagian besar daerah Provinsi Sulawesi Selatan mengakibatkan terjadinya banjir dan puting beliung dimana-mana.Ditengah banyaknya daerah yang terkena bencana alam, otomatis relawan akan kesulitan untuk menjangkau seluruh daerah yang terkena bencana alam.

Di pagi hari Senin 7 january 2013 kami mendapat kabar buruk dari rumah kedua kami pulau Badi Desa Mattirodeceng Kecamatan Liukang Tuppabiring Kabupaten Pangkep, bahwa malamnya sekitar jam 01.00 pulau di terjang  anging puting beliung

Untuk memastikan kabar tersebut kami menelpon salah seorang warga pulau Badi “Pak Sahir”  dan dia membenarkan adanya bencana tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa kurang lebih 20 rumah  hancur dan tidak ada korban jiwa  akibat anging puting beliung

Setelah berkomunikasi dengan warga pulau kami pun melakukan pertemuan dengan keluarga mahasiswa Kelautan untuk mendiskusikan mengenai pembentukan tim Peduli Pulau Badi.
Setelah tim terbentuk, mereka langsung melakukan penggalangan dana dari mahasiswa kelautan dan civitas akademika Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan. Penggalangan dana ini dilaksanakan dari siang sampai malam hari.

Kesokan harinya Selasa 8 januari 2013 tim Peduli Pulau Badi berangkat menuju Pulau Badi. Hanya dua mahasiswa yang berangkat, karena banyak anggota tim yang enggang berangkat karena perkiraan ombak yang masih besar.

Tim berangkat dari Senat Mahasiswa Kelautan menuju pelabuhan Paotere. Dengan menggunakan perahu kayu  ukuran kecil tim bersama warga pulau Badi berangkat dengan perasaan yang sangat khawatir akan terjangan ombak yang besar. Perkiraan cuaca sebelum keberangkatan menjadi kenyataan di tengah perjalanan, kami tak henti-hentinya di terjan ombak yang tingginya sampai 3 m. Perjalanan yang biasanya hanya di tempuh 1,5 jam menjadi 2 jam lebih.

Setelah melalui perjalanan yang ekstrim akhirnya kami dapat berlabuh di dermaga pulau Badi. Setelah kami sampai di Pulau, kami langsung berkunjung ke rumah yang terkena bencana. Kami disambut hangat oleh warga pulau karena belum adanya tim relawan yang ke pulau Badi setelah di hantam angin puting beliung.

Dibawah terik matahari kami pun ditemani warga pulau “pak Muhaji” menegelilingi pulau untuk melihat langsung semua kondisi rumah yang terkena bencana, melihat  kondisi warga yang terkena dampak puting beliung dan mencatat berapa jumlah rumah yang rusak.

Adapun hasil yang kami dapatkan akibat anging puting beliung ini jumlah rumah yang rusak 25 buah 4 diantaranya rusak parah. Tidak ada korban luka-luka dan warga yang rumahnya rusak terpaksa harus tinggal sementara di rumah sanak keluarga atau tetangga. Ada pula yang sebagian rumah yang rusak sudah diperbaiaki oleh warga sendiri.

Malam harinya kami, warga dan pemerintah setempat berdiskusi dan membuat data yang valid mengenai nama-nama korban yang rumahnya rusak akibat terjangan puting beliung. Kami pun telah sepakat dengan warga pulau untuk mencarikan mereka bantuan secepat mungkin seperti seng dan balok kayu.

Adapun bantuan yang kami bawa dari hasil penggalangan dana kami serahhkan ke esokan harinya (Rabu 9 Januari 2013) sebelum kepulangan kami ke Makassar untuk mencarikan bantuan fisik.

Tuesday, 25 September 2012

Tudang sipulung : secercah harapan di balik senyum dan air mata



Selasa, 25 september 2012 menjadi moment penting bagi segenap civitas akademika. Maklum saja sebuah acara yang mempertemukan mahasiswa kelautan lintas generasi, mulai dari angkatan 1988 – 2012. Beberapa alumni kelautan yang juga dosen seperti prof Iqbal, Dr. Nurjannah nurdin,
Dr. Muhammad Lukman, Dr. Mahatma dan masih banyak lagi. Dalam acara ini sekat gelar pendidikan pun dihilangkan, semua melebur menjadi satu, BAHARIWAN SEJATI.

Dialog yang dipandu oleh Dr. Syafiudin yusuf atau kak Ipul ( Kla 89 ), mengangkat isu – isu hangat yang kini terjadi di kelautan Unhas. Tingkat kemerosotan prestasi akademik mahasiswa kelautan beberapa tahun belakangan, sama seperti kata pengantar dari kak Lucky, “kelautan sedang down”. Beberapa hal yang dulu hanya isu ternyata telah menjadi fakta dalam forum ini. Keluhan mayoritas mahasiswa yang hadir pada tudang sipulung ini, makin menegaskan fakta tersebut. Mulai dari sarana kelas yang tak lagi mampu mewadahi puluhan mahasiswa hingga tidak profesionalnya dosen dalam mentransformasikan ilmu. “dosen seenaknya memindahkan jadwal” ujar salah satu mahasiswa, yang diamini oleh mahasiswa lain. Bahkan yang makin memanaskan forum ialah ketika seorang mahasiswa berucap “dosen Ilmu kelautan UH diskriminatif”. Ditambahkan pula bahwa ada oknum dosen yang sering menyinggung masalah lembaga mahasiswa ke dalam ruang kuliah, diskriminasi terhadap keluarga mahasiswa dengan terang – terangan dilakukan. Sebenarnya yang menjadi akar permasalahan hingga prestasi
 ( red : nilai ) mahasiswa menurun adalah ada beberapa oknum dosen yang menghilangkan harmonisasi akademik dalam kampus, bukan semata – mata karena factor sarana dan prasarana.

Entah sampai di mana kelak intervensi ( red : kebencian ) birokrasi terhadap lembaga kemahasiswaan di kelautan. Sampai – sampai dibuatkan lembaga tandingan oleh Jurusan. Mengapa dikatakan Jurusan, karena :
  •  Pihak dekanat yang menaungi bidang kemahasiswaan ( WD III ) tak tahu menahu tentang hal tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh beliau.
  •  Kalau ada mahasiswa yang katanya menginisiasi himpunan tersebut, sudah pasti bukan repesentatif      dari seluruh atau bahkan sepersepuluh mahasiswa kelautan.


Di akhir acara yang sempat diwarnai air mata, di patenkan lah perjuangan ini. Pertegas jiwa kelautan yang tangguh di dalam maupun di luar kampus. Jaya di laut, buaya di darat. Ingatlah kawan, setiap masalah yang datang adalah stimulus bagi kesehatan emosional kita. 

Monday, 30 July 2012

Ayo, menulis di Blog SEMA KELAUTAN!

http://sursanchari.files.wordpress.com/2011/05/cartoon_picture_of_girl_writing.jpgSalam Bahari....
Lama juga ya, tidak mengupdate di blog ini. Admin sebenarnya ingin blog ini menjadi sarana informasi tentang kondisi Kelautan UNHAS dan Senat Ilmu Kelautan yang tetap update dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Tapi Admin masih tidak punya ide mau menulis tentang apa. Maklum, Adminnya juga cuma "seorang diri", jadi kurang fokus sama yang satu ini.

Admin butuh sebenarnya teman-teman Klaners UH yang tertarik menjadi Admin untuk blog ini. Nggak harus jago nulis, yang penting doyan Online cukup, hehe!!

Bagi teman-teman yang ingin sekedar menyumbang ide atau pemikiran teman-teman dalam bentuk tulisan, tulisan yang kritis, opini, cerpen, atau laporan berbagai aktivitas yang teman-teman lakukan berkaitan dengan kelautan juga boleh.
Untuk saat ini, teman-teman bisa mengirim tulisan ke email: prasyad@gmail.com. Admin lagi mencoba memulihkan email official SEMA KELAUTAN yang kelupaan passwordnya.


Ditunggu KLAner!! :D


Jalasveva Jayamahe!!
"In the sea we are glorious"