Menyambut Hari Nelayan Nasional 6 April 2013

Gaung Hari Nelayan setiap 6 April masih terdengar senyap, sesunyi perhatian negara terhadap nasib kaum nelayan. Sekian kalinya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap tahun, selama itu pula nasib nelayan tak beranjak membaik.

Aksi Menyambut Hari Nelayan

sumber daya laut yang melimpah namun nasib nelayan kita belum sepenuhnya sejahtera" hanya sepenggal kalimat yang membuat puluhan mahasiswa dari Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa di bawah terik matahari depan pintu I Kampus Unhas.

In Memoriam Recky Gloria Randabunga

Hampir seluruh mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin berpakaian hitam ke kampus Jumat 12 April 2013. tepat 1 tahun kepergian saudara kami "Recky Gloria Randabunga". .

Bermula di hampir 'NOL'

Perjalanan kelembagaan dalam kesehariannya adalah sebuah bentuk siklus tanggung jawab yang terus berputar dari awal sampai akhir dan kembali lagi ke alwal yang tentunya berdasarkan amanah konstitusi.

Cukur Bawah Laut Pertama di Indonesia

Minggu 13 januari 2013 tepatnya di perairan tanjung Bira kabupaten Bulukumba, Senat mahasiswa kelautan Universitas Hasanuddin bekerja sama Anda dive center, PNPM Parawisata Desa bira dan Marine Science diving Club Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan unik yang tidak pernah dilaksankan di Indonesia.

Thursday, 28 February 2013

Berpartisipasi dalam Bincang-Bincang "Masyarakat dan Adaptasi Perubahan Iklim"

Kak Komar lagi presentasi. sumber : @nyomnyomz

Perubahan iklim merupakan salah satu dari bebebrapa faktor yang mempengaruhi penghidupan di Indonesia. Perubahan pada parameter niklim di negeri ini telah diamati oleh banyak ahli. Tingginya intensitas bencana alam yang melanda negeri kita ini, perubahan pola hujan dan kekeringan, serta musim yang sulit untuk diprediksi  oleh petani dan nelayan adalah merupakan pengalaman yang umum dialami  oleh masyarakat  di daerah pesisir, pedesaan dan perkotaan di Indonesia.

Kamis, 28 Feruari 2013 bertempat di Swiss Belinn Hotel Makassar, Oxfam  melaksanakan bincang-bincang tetang masyarakat dan adaptasi perubahan iklim. Kegiatan ini adalah bagian dari Proyek uji coba ini the Eastern Indonesia Climate Adaptation Network (EI-CAN) atau Jaringan Adaptasi Perubahan Iklim Indonesia Timur. 

Sekitar 50 peserta hadir dari berbagai elemen yakni pemerintahan, LSM, akedemisi, masyrakat sipil, mahasiswa, dan berbagai komunitas. Kami dari Senat Mahasiswa Kelautan turut ambil bagian dalam bincang-bincang ini.

Hadir sebagai pembicara kanda Carlo,  kanda Kamaruddin Azis (Ketua Ikatan Sarjana Kelautan Unhas) dan dipandu oleh kak jimpe dari Inninawa. Kak Jimpe membuka acara dengan memberikan cerita dari nelayan tambak yang ada di Lakkang “jika musim hujan ikan-ikan yang ada di tambak di beri Extra joss”.

Terjadinya pemanasan global merupakan suatu bentuk ketidakadilan antara penduduk kota dan desa, karena penduduk kota yang melakukan kemudian penduduk desa yang bertanggung jawab. pola pikir bisa berubah, tapi pola hidup sulit untuk diubah. Ungkap kak Carlo

Sedangkan kanda Kamaruddin Azis mengunkapkan Mestinya diabangun kolaborasi antara pemerintah, LSM, dan masyarakat untuk menghadapi pemanasan global yang menjadi penyebab perubahan iklim

Lain hal nya Nirwan sebagai ketua Senat Mahasiswa Kelautan Unhas mengunkapkan tahun 2050 nanti losari akan tenggelam. Data ini merupakan hasil penelitian dari salah satu mahasiswa Kelautan Unhas.

Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah perlunya kerja sama semua elemen dan perencanaan yang matang untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim ungkap kak Jimpe sebelum menutup acara.











Wednesday, 27 February 2013

“Sebarkan Ilmu dengan Berbagi Buku”




Membaca merupakan hal yang sangat penting karena dapat membuka wawasan baru. Banyak hal-hal baru yang akan Anda temukan dalam sebuah bacaan. Hal-hal yang belum pernah kita ketahui. Bahkan hal-hal yang sebelumnya tidak pernah Anda bayangkan ada.

Membaca dapat mencerdaskan intelektual, spiritual, emosional, dan kepercayaan diri yang berpadu dengan kerendahan hati. Membaca akan membuka peluang kita untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan. Membaca akan menumbuhkan kemampuan kita untuk berpikir kreatif, kritis, analitis dan imajinatif. Melalui membaca kita akan membentuk kemampuan berpikir lewat proses: menangkap gagasan/informasi, memahami, mengimajinasikan, menerapkan dan mengekspresikan.

Banyak yang mengatakan buku adalah jendela dunia. Betul sekali, buku adalah jendela dunia. Dengan membuka buku berarti Anda membuka jendela dunia. Anda bisa melihat keluar, sesuatu yang baru atau pemandangan yang berbeda dengan apa yang ada di rumah kita. Yang dimaksud rumah adalah pikiran kita saat ini. Sebagian orang mengatakan bahwa dengan membaca sebuah buku berarti kita membuka cakrawala.

Membaca buku adalah kita menyelami dunia lain, yaitu sebuah dunia yang ada di dalam pikiran orang lain. Sementara setiap orang memiliki dunia masing-masing. Dengan membaca buku kita akan menyelami berbagai dunia orang lain yang akan memberikan kita kebijaksanaan yang lebih mendalam dalam menghadapi hidup.

Tidak ada, satu buku pun yang pernah ditulis di dunia yang tidak membawa manfaat. Setiap buku akan membawa manfaat kepada kita jika kita mampu menangkap makna dan hikmah. Jika kita masih kesulitan menangkap makna dan hikmah dari suatu buku, berarti kita harus meningkatkan keterbukaan pikiran kita. Hikmah dan makna sebuah buku tidak akan masuk ke dalam pikiran yang tertutup.

Satu-satunya buku yang tidak membawa manfaat adalah buku yang tidak pernah kita baca. Sekali kita membaca buku, maka makna dan hikmah buku tersebut bisa masuk ke dalam pikiran kita jika pikiran kita terbuka. Anda adalah salah seorang yang memiliki pikiran terbuka, saya yakin. Sebab Anda mampu membaca artikel ini sampai pada paragrap ini. Ini berarti, Anda akan mampu menerima makna dan hikmah dari buku manapun yang Anda baca

Perpuskaan merupakan sumber segala ilmu pengetahuan. Diera globalisasi saat ini perpustakaan merupakan bagian yang sangat berpengaruh dalam kemajuan. Dimana sebuah perpustakaan sangat berpengaruh  untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang dapat digunakan sebagai sarana  kegiatan untuk berpikir, berkomunikasi dan belajar yang semua itu dibangun atas ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa kita dapat melalui banyak membaca buku. Adapun keunggulan didirikannya perpustakaan adalah untuk menarik minat baca sehingga kita dapat memperoleh informasi yang diinginkannya dengan mudah melalui sarana perpustakaan. Yang mengoleksi berbagai kumpulan buku-buku yang terdiri dari berbagai bidang sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk mengetahui perkembangan yang terjadi diera globalisasi saat ini.

Menjadi warga binaan Rumah Tahanan bukan berarti mereka harus terasing dari cakrawala pengetahuan. Meski fisik mereka terpenjara tapi hati dan pikiran mereka harus tetap merdeka. Warga binaan rumah tahanan, secara psikologis akan merasa terasingkan jika berada dalam jeruji besi. Pemikiran mereka yang sebelumnya cenderung ke yang salah  akan lambat laung berubah jika mereka mendapatkan referensi atau contoh perilaku yang baik, yakni salah satunya dengan buku

Berangkat dari pemikiran diatas maka kami dari Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin dan Warga Binaan Rumah Tahanan Kelas II B Kabupaten Barru, Insya Allah akan melakukan pengadaan buku perpustakaan sebagai wujud kepedulian pentingnya membaca.

            Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Membudayakan gemar membaca pada warga , Membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, Memberi kemudahan kepada warga dalam mencari literature bacaan, Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik, Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik, Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia, Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa, serta Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.

Dengan mengusung tema “Sebarkan Ilmu dengan Berbagi Buku” kami mengharapkan kepada seluruh elemen dapat memberikan bantuan berupa donasi buku. Adapun jenis koleksi buku yang kami harapkan adalah Bidang Keagamaan (Mencakup beberapa bidang ilmu seperti Ilmu Fiqh, Aqidah, Akhlaq dan kitab-kitab (buku) lain penunjang kegiatan pengembangan wawasan keagamaan (Islam).), Bidang Lingkungan Hidup (Mencakup beberapa bidang lingkungan hidup seperti Ekologi, biologi , kelautan, kehutan, perikanan, pertanian, Pengembangan Ekowisata, dan lain-lain yang termasuk dalam buku tentang lingkungan hidup terkhusus Kelautan), dan BidangUmum (Mencakup beberapa bidang seperti Politik, Sosial, Budaya, Ekonomi, Filsafat, Hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi serta bidang-bidang lain penunjang wawasan umum.)

Jika anda memiliki buku dan mau men-donasikan silahkan bawah langsung atau kirim ke Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin di gedung Fakultas Ilmu kelautan dan Perikanan, dan jika berada dalam wilayah makassar hubungi kami di no kontak 085223114084/085244848280 Insya Allah kami akan jemput bukunya.

Tuesday, 26 February 2013

Rapat kerja pengurus Senat mahasiswa Kelautan Unhas Periode 2012-2013


Sabtu dan minggu (23 & 24 Februari 2013) jadi hari yang cerah untuk wilayah kota Makassar. Maklum saja sudah beberapa minggu ini “hujan tidak pakai spasi” kicau salah satu akun di twitter. Cerahnya hari berbanding lurus dengan suasana hati 30 orang pengurus dan KEMA kelautan UH untuk bertandang ke desa Lakkang. Lokasi rapat kerja kali ini tergolong dekat dari kampus Unhas. Cukup menuju ke Kera-kera dan menunggu kapal, insya Allah kita sudah sampai setelah 20 menit penyebrangan.

Rapat kerja ini jadi tolak ukur gairah bersenatria bagi mahasiswa Kelautan UH. Rapat yang dipimpin langsung oleh ketua Senat ini berlangsung selama dua agenda mengenai program kerja. Agenda pertama ialah presentase usulan program kerja tiap departemen yang dipimpin langsung oleh koordinator masing-masing. Setelah itu agenda pembahasan program kerja tadi. Hampir subuh ketika segala agenda rapat usai.

Sekira pukul 08.00 WITA, berkunjung ke bunker peninggalan Jepang jadi agenda. Sesuai dengan rencana tentang bersih-bersih bunker dan sekitarnya pun berlangsung selama sekitar dua jam. Pada kesempatan kali ini kami menyampaikan banyak terima kasih kepada unsur pemerintahan desa Lakkang dan seluruh warga yang telah menerima kegiatan ini. Terkhusus untuk ayahanda Jumakir yang sudi menyediakan rumahnya sebagai base camp panitia.

Akhir kalimat, desa Lakkang adalah destinasi yang cukup baik bagi para penggemar pancing, khususnya air tawar. Terdapat banyak lokasi memancing di lokasi yang cukup dekat dari kampus Unhas Tamalanrea ini. Belum lagi biaya penyebrangan yang hanya Rp. 2.000.




Tuesday, 19 February 2013

Upaya Penyelamatan Lumba-lumba yang kesasar di Sungai Tallo

Sirip Lumba-lumba yang kesasar di Sungai Tallo (baso hamdani)


Rabu malam 13 Februari 2013 kami mendapat kabar dari Baso Hamdani (Mahasiswa Kelautan Angkatan 2008) bahwa dia melihat seeokor mamalia laut yakni lumba-lumba tersesat di sungai Tallo  di sekitar delta lakkang. Baso pun berhasil mengabadikan gambar Lumba-lumba yang tersesat itu. Gambar Lumba-lumba yang tersesat itu pun di upload ke media sosial untuk sharing mengenai kejadian yang baru pertama kali terjadi di sungai Tallo. Menurut warga sekitar, lumba-lumba itu sudah terlihat  3 hari sebelum baso mengabadikan gambarnya.

Setelah mendapatkan kabar tersebut kami dari Senat Mahasiswa Kelautan langsung mempersiapkan diri dan membentuk tim untuk upaya penyelamatan Lumba-lumba yang kesasar di sungai. Seperti yang kami ketahui bahwa sungai merupakan bukan habitatnya karena salinitas (kadar garam) air laut dan air sungai jauh berbeda, ini dapat mengancam kematian bagi Lumba-lumba jika berada di sungai. 

Kamis 14 Februari 2013  tim sebernarnya sudah memastikan untuk melakukan survey langsung ke lapangan, tapi tersendat oleh cuaca yang sangat buruk sehingga memaksa kami untuk mengurungkan niat kami melakukan peninjauan. Tim memutuskan pencarian dilakukan keesokan harinya jika cuaca mulai membaik.

Jumat 15 februari 2013 mulai pagi hari sudah disambut dengan hujan keras dan anging kencang yang melanda Makassar. Tim baru bisa berangkat di sore harinya karena cuaca yang mulai membaik, tim yang beranggotakan 6 mahasiswa kelautan menyusuri sebagian sungai Tallo dengan perahu rakyat. Saat penelusuran kami tidak melitahat Lumba-lumba tersebut karena menurut warga posisinya berpindah-pindah. 

Tim memutuskan untuk singgah di Delta Lakkang untuk mengumpulkan informasi tentang keberadaan lumba-lumba yang kesasar dan tidak adanya kapal yang memadai untuk melakukan pencarian. Informasi dari seluruh warga yang kami tanya membenarkan adanya seekor  lumba-lumba yang berukuran kurang lebih 1 meter berenang di sekitar sungai. Salah seorang warga pun mengatakan hewan mamalia laut ini sudah terlihat lemas dan mengalami luka.
Sabtu 16 Januari kami pun melakukan pencarian karena kami telah mendapatkan bantuan pinjaman speedboat dari ketua Possi Sul-Sel untuk mempermudah pencarian. Pagi yang begitu cerah di jam 09 pagi tim berkumpul di Senat Mahasiswa Kelautan sebelum berangkat ke dermaga Kera-kera untuk menunggu speedboat. 

Setelah speedboat tiba di dermaga Kera-kera kami pun langsung menyusuri sungai Tallo untuk melakukan pencarian karena lagi-lagi Lumba-lumba itu terus berpindah tempat. Dalam pencarian kami pun mencari informasi ke seluruh nelayan yang melintasi sungai Tallo  mengenai posisi terakhir lumba-lumba itu.

Pencarian yang dilakukan selama 5 jam dan menelusuri sungai Tallo dari sekitar jembatan Jl. Perintis hingga ke muara sungai Tallo tim tidak menemukan Lumba-lumba tersesat yang rencananya akan digiring menuju laut sebagai habitat asilnya. Pencarian kami hentikan karena kami mendunga Lumba-lumba itu telah kembali ke laut karena jika mati maka pasti kami telah mendapat bangkainya.

Selasa 19 Februari 2013 kami memutuskan untuk menghentikan pencarian karena dari tanggal 17-18 februari menurut informasi warga lumba-lumba itu tidak terlihat lagi di sungai Tallo. Kami pun berharap jika hewan yang biasa berkoloni ini sudah menemukan teman-teman meraka di laut dengan kemampuan komunikasi lewat suara.

Tim (dok. Anca 08)

Saturday, 9 February 2013

Kampus Sarang Pembodohan

Tahukah kalian tentang sederet bangunan yang berisi beragam fasilitas pembelajaran. Di sana ada refleksi tentang dunia yang sesungguhnya. Ada rakyat, penguasa, aparat hingga penjahat. Itu lah kampus, ada juga yang menganalogikannya sebagai miniatur Negara.
Menjadi tujuan dari beribu-ribu pemuda/i dari penjuru negeri. Sebagai kebanggaan sebagian orang tua di desa maupun kota. Begitu bangganya kalian ketika mengatakan akan ke sana terhadap mereka yang bukan mahasiswa. Tiap pagi sang petugas menyiapkan semuanya, dari membuka pintu, mengepel lantai sampai mengalirkan air. Beberapa saat kemudian datanglah kalian dengan berbagai aroma parfum. Tak terhitung pula berapa merk sepatu berbeda yang kalian kenakan. Masuk kelas, duduk dan sesekali mengutarakan pendapat akan materi yang disajikan oleh dosen. Walau inti dari semua acting kalian di dalam kelas hanyalah paraf absen. Sudahlah kawan, kita sama-sama tak perlu munafik, karena 80% kehadiran menjadi kebutuhan primer dalam kasus ini. Mengapa harus demikian,padahal kalian bukan lagi anak sekolah dasar yang mesti mendapat penjagaan dalam proses pembelajaran. Seakan-akan kalian adalah pembohong kelas kakap.

Saat jeda tiba, kantin(mace) jadi tujuan. Ada pun yang ke perpustakaan ketika ada tugas kajian tentang skripsi. Sambil makan/minum, sesekali terlontar guyonan tak berkelas dari mulut kalian yang notabene akan menyandang gelar sarjana. Jam demi jam berlalu, begitupun dengan pembodohan yang tak jauh dari tempat duduk nyaman kalian. Apakah di tengah permainan domino maupun asiknya BBMan, kalian masih peduli dengan si anu yang dipersulit pengurusan akademiknya, si itu yang dicabut beasiswanya atau pun si dia yang diskorsing.  Mengapa kalian tak pernah belajar untuk peduli. Jika kalian tak mampu belajar tentang kehidupan di kampus ini, maka pulanglah ke rumah. Karena ibu dan ayah adalah guru besar tentang kehidupan. Ingat kata Einsten, dunia ini begitu berbahaya, bukan karena orang-orangnya jahat tapi tidak peduli.

Tiap langkah kali ini adalah benih yang akan dipanen di kemudian hari. Kalau sebagian menilai mereka yang peduli sebagai gila urusan, biarkan saja. Itulah benih yang mereka tebar saat ini. Karena membiarkan pembodohan itu leboh bodoh dari pada bodoh.
Iccankla 09


Thursday, 24 January 2013

Bermula di Hampir 'NOL'

Penyerahan Berkas dari DEMA ke Ketua Senat

Perjalanan kelembagaan dalam kesehariannya adalah sebuah bentuk siklus tanggung jawab yang terus berputar dari awal sampai akhir dan kembali lagi ke alwal yang tentunya berdasarkan amanah konstitusi. Untuk itu diperlukan sebuah ruang guna dalam hal ini mengawali perjalanan generasi penerus kerja-kerja lembaga sebagai tahap awal memasuki jalan menuju amanah kelembagaan. Salah satu amanah kelembagaan Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin melalui Dewan Mahasiswa Kelautan yang terpilih lewat Kongres yang merupakan ritual alami di setiap kepengurusan baru yang terbentuk adalah melantik secara resmi pengurus Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin .



Pelantikan Pengurus merupakan instrument  kehidupan SEMA kelautan UH yang merupakan saat-saat yang sakral. Dalam konstitusi memang termaktub bahwa ketujuh huruf ini memegang mandat  tertinggi di antara segalanya. Lain lading lain belalang, begitu pula dengan kongres. Lain masa lain pula kongresnya, tentu saja esensi yang diharapkan juga berbeda. Berbeda dalam hal ini bukan berarti mutlak tak sama. Namun, bawalah hikmah sedetik yang lalu untuk memulai sedetik ke depan

Sambutan Ketua Umum
Kamis 23 Januari 2013 tepatnya di Koridor bersejarah Kelautan, puluhan Keluarga Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin dan mahasiswa lintas Fakultas Universitas Hasanuddin berkumpul dalam suatu acara sederhana dengan penuh semangat, yakni pelantikan Pengurus Senat Mahasiswa Kelautan Universitas Hasanuddin periode 2012-2012
Foto Bersama Setelah Acara Selesai
Dibawah nahkoda Nirwan, 35 pengurus  mengucap sumpah sakral untuk menjalankan roda organisasi secara sunguh-sunguh dan penuh tanggung jawab. Pelantikan yang mengusung tema “Bermula di Hampir Nol” dipenuhi sambutan-sambutan perlawan untuk birokrasi yang telah berusaha mematikan Senat Mahasiswa Kelautan.

Pelantikan ini bertujuan untuk Mengukuhkan Pengurus SEMA kelautan UH periode 2012-2013, Sebagai pembuktian akan eksistensi KEMA Kelautan UH, dan Sebagai ajang sosialisasi terhadap eksistensi & esensi SEMA kelautan UH. 

Tuesday, 15 January 2013

'Cukur Rambut Bawah Laut' pertama di Indonesia


Minggu 13 januari 2013 tepatnya di perairan tanjung Bira kabupaten Bulukumba, Senat mahasiswa kelautan Universitas Hasanuddin bekerja sama Anda dive center, PNPM Parawisata Desa bira dan Marine Science diving Club Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan unik yang tidak pernah dilaksankan di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan adalah cukur rambut dibawah laut pertama di Indonesia.  Kegiatan cukur rambut ini dilakukan pada kelaman 10,6 Meter dengan melibatkan empat penyelam yang di cukur rambutnya dan dua orang penyelam yang mencukur.

Adapun nama-nama pelaku bersejarah ini adalah Nirwan,Muh.Aksan,Mochudo Eka prasetya dan Riski Latjdindung sebagai yang di cukur di dalam air yang semua semuanya adalah mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Sedangkan yang mencukur adalah Laode Hadi “Dive Guide anda dive center Bira dan Rizal dari Marine Science Diving Club Universitas Hasanuddin” . adapun nama yang terlibat di kegiatan ini Ulil Amri Amang, Mayang Sari Takdir, A.wirawan Amir dan A’di.

Pihak rekor muri Indonesia akan memasukkan dalam catatan buku rekor muri Indonesia sebagai Cukur rambut bawah laut yang pertama di Indonesia

Tim cukur rambut bawah laut mengusung tema ‘’ lebih baik cukur rambut dari pada cukur karang: kenali keindahan bawah laut dan mari jaga bersama keindahannya”.





Adapun tujuan kegiatan ini adalah mengkampanyekan kelestarian terumbu karang, kampanye bahwa laut bukan tempat sampah karena pada saat potongan rambut peserta langsung dimasukkan kedalam kantong plastik, dan sebagai ajang untuk mempromosikan keindahan bawah laut yang ada di Sulawesi selatan.

Friday, 11 January 2013

Senat Peduli Pulau Badi


Akibat cuaca buruk dan curah hujan yang  tinggi melanda sebagian besar daerah Provinsi Sulawesi Selatan mengakibatkan terjadinya banjir dan puting beliung dimana-mana.Ditengah banyaknya daerah yang terkena bencana alam, otomatis relawan akan kesulitan untuk menjangkau seluruh daerah yang terkena bencana alam.

Di pagi hari Senin 7 january 2013 kami mendapat kabar buruk dari rumah kedua kami pulau Badi Desa Mattirodeceng Kecamatan Liukang Tuppabiring Kabupaten Pangkep, bahwa malamnya sekitar jam 01.00 pulau di terjang  anging puting beliung

Untuk memastikan kabar tersebut kami menelpon salah seorang warga pulau Badi “Pak Sahir”  dan dia membenarkan adanya bencana tersebut. Dia juga menjelaskan bahwa kurang lebih 20 rumah  hancur dan tidak ada korban jiwa  akibat anging puting beliung

Setelah berkomunikasi dengan warga pulau kami pun melakukan pertemuan dengan keluarga mahasiswa Kelautan untuk mendiskusikan mengenai pembentukan tim Peduli Pulau Badi.
Setelah tim terbentuk, mereka langsung melakukan penggalangan dana dari mahasiswa kelautan dan civitas akademika Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan. Penggalangan dana ini dilaksanakan dari siang sampai malam hari.

Kesokan harinya Selasa 8 januari 2013 tim Peduli Pulau Badi berangkat menuju Pulau Badi. Hanya dua mahasiswa yang berangkat, karena banyak anggota tim yang enggang berangkat karena perkiraan ombak yang masih besar.

Tim berangkat dari Senat Mahasiswa Kelautan menuju pelabuhan Paotere. Dengan menggunakan perahu kayu  ukuran kecil tim bersama warga pulau Badi berangkat dengan perasaan yang sangat khawatir akan terjangan ombak yang besar. Perkiraan cuaca sebelum keberangkatan menjadi kenyataan di tengah perjalanan, kami tak henti-hentinya di terjan ombak yang tingginya sampai 3 m. Perjalanan yang biasanya hanya di tempuh 1,5 jam menjadi 2 jam lebih.

Setelah melalui perjalanan yang ekstrim akhirnya kami dapat berlabuh di dermaga pulau Badi. Setelah kami sampai di Pulau, kami langsung berkunjung ke rumah yang terkena bencana. Kami disambut hangat oleh warga pulau karena belum adanya tim relawan yang ke pulau Badi setelah di hantam angin puting beliung.

Dibawah terik matahari kami pun ditemani warga pulau “pak Muhaji” menegelilingi pulau untuk melihat langsung semua kondisi rumah yang terkena bencana, melihat  kondisi warga yang terkena dampak puting beliung dan mencatat berapa jumlah rumah yang rusak.

Adapun hasil yang kami dapatkan akibat anging puting beliung ini jumlah rumah yang rusak 25 buah 4 diantaranya rusak parah. Tidak ada korban luka-luka dan warga yang rumahnya rusak terpaksa harus tinggal sementara di rumah sanak keluarga atau tetangga. Ada pula yang sebagian rumah yang rusak sudah diperbaiaki oleh warga sendiri.

Malam harinya kami, warga dan pemerintah setempat berdiskusi dan membuat data yang valid mengenai nama-nama korban yang rumahnya rusak akibat terjangan puting beliung. Kami pun telah sepakat dengan warga pulau untuk mencarikan mereka bantuan secepat mungkin seperti seng dan balok kayu.

Adapun bantuan yang kami bawa dari hasil penggalangan dana kami serahhkan ke esokan harinya (Rabu 9 Januari 2013) sebelum kepulangan kami ke Makassar untuk mencarikan bantuan fisik.

Tuesday, 25 September 2012

Tudang sipulung : secercah harapan di balik senyum dan air mata



Selasa, 25 september 2012 menjadi moment penting bagi segenap civitas akademika. Maklum saja sebuah acara yang mempertemukan mahasiswa kelautan lintas generasi, mulai dari angkatan 1988 – 2012. Beberapa alumni kelautan yang juga dosen seperti prof Iqbal, Dr. Nurjannah nurdin,
Dr. Muhammad Lukman, Dr. Mahatma dan masih banyak lagi. Dalam acara ini sekat gelar pendidikan pun dihilangkan, semua melebur menjadi satu, BAHARIWAN SEJATI.

Dialog yang dipandu oleh Dr. Syafiudin yusuf atau kak Ipul ( Kla 89 ), mengangkat isu – isu hangat yang kini terjadi di kelautan Unhas. Tingkat kemerosotan prestasi akademik mahasiswa kelautan beberapa tahun belakangan, sama seperti kata pengantar dari kak Lucky, “kelautan sedang down”. Beberapa hal yang dulu hanya isu ternyata telah menjadi fakta dalam forum ini. Keluhan mayoritas mahasiswa yang hadir pada tudang sipulung ini, makin menegaskan fakta tersebut. Mulai dari sarana kelas yang tak lagi mampu mewadahi puluhan mahasiswa hingga tidak profesionalnya dosen dalam mentransformasikan ilmu. “dosen seenaknya memindahkan jadwal” ujar salah satu mahasiswa, yang diamini oleh mahasiswa lain. Bahkan yang makin memanaskan forum ialah ketika seorang mahasiswa berucap “dosen Ilmu kelautan UH diskriminatif”. Ditambahkan pula bahwa ada oknum dosen yang sering menyinggung masalah lembaga mahasiswa ke dalam ruang kuliah, diskriminasi terhadap keluarga mahasiswa dengan terang – terangan dilakukan. Sebenarnya yang menjadi akar permasalahan hingga prestasi
 ( red : nilai ) mahasiswa menurun adalah ada beberapa oknum dosen yang menghilangkan harmonisasi akademik dalam kampus, bukan semata – mata karena factor sarana dan prasarana.

Entah sampai di mana kelak intervensi ( red : kebencian ) birokrasi terhadap lembaga kemahasiswaan di kelautan. Sampai – sampai dibuatkan lembaga tandingan oleh Jurusan. Mengapa dikatakan Jurusan, karena :
  •  Pihak dekanat yang menaungi bidang kemahasiswaan ( WD III ) tak tahu menahu tentang hal tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh beliau.
  •  Kalau ada mahasiswa yang katanya menginisiasi himpunan tersebut, sudah pasti bukan repesentatif      dari seluruh atau bahkan sepersepuluh mahasiswa kelautan.


Di akhir acara yang sempat diwarnai air mata, di patenkan lah perjuangan ini. Pertegas jiwa kelautan yang tangguh di dalam maupun di luar kampus. Jaya di laut, buaya di darat. Ingatlah kawan, setiap masalah yang datang adalah stimulus bagi kesehatan emosional kita. 

Monday, 30 July 2012

Ayo, menulis di Blog SEMA KELAUTAN!

http://sursanchari.files.wordpress.com/2011/05/cartoon_picture_of_girl_writing.jpgSalam Bahari....
Lama juga ya, tidak mengupdate di blog ini. Admin sebenarnya ingin blog ini menjadi sarana informasi tentang kondisi Kelautan UNHAS dan Senat Ilmu Kelautan yang tetap update dengan perkembangan yang terjadi saat ini. Tapi Admin masih tidak punya ide mau menulis tentang apa. Maklum, Adminnya juga cuma "seorang diri", jadi kurang fokus sama yang satu ini.

Admin butuh sebenarnya teman-teman Klaners UH yang tertarik menjadi Admin untuk blog ini. Nggak harus jago nulis, yang penting doyan Online cukup, hehe!!

Bagi teman-teman yang ingin sekedar menyumbang ide atau pemikiran teman-teman dalam bentuk tulisan, tulisan yang kritis, opini, cerpen, atau laporan berbagai aktivitas yang teman-teman lakukan berkaitan dengan kelautan juga boleh.
Untuk saat ini, teman-teman bisa mengirim tulisan ke email: prasyad@gmail.com. Admin lagi mencoba memulihkan email official SEMA KELAUTAN yang kelupaan passwordnya.


Ditunggu KLAner!! :D


Jalasveva Jayamahe!!
"In the sea we are glorious"

Wednesday, 14 March 2012

OMBAK 2011: Hidup Adalah Keniscayaan, Berlembaga Adalah Kebutuhan

Pengkaderan adalah proses regenerasi lembaga yang diadakan untuk merekrut anggota baru. Sejatinya adalah kegiatan mendidik, menambah pengalaman dan memberikan pelajaran  secara cerdas dan manusiawi. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan pola pikir, wawasan dan kepekaan mahasiswa.
Tema OMBAK 2011 kali ini adalah "Hidup adalah Keniscayaan dan Berlembaga adalah Kebutuhan"
Berbagai rangkaian kegiatan OMBAK 2011 telah dilaksanakan. Diantaranya, pra-OMBAK, OPK atau Orientasi Pengenalan Kampus, dan Kampung Pesisir.

Thursday, 8 March 2012

Kepsek Baru SD Inpress Barrang Caddi, Bonetambung

    Kamis siang, 08/03/2012. Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Abdullah Djabbar didampingi oleh beberapa stafnya mendatangi pulau Bonetambung yang kedua kalinya.
   Pantauan Tim Advokat Muda Kelautan di lapangan, tujuan kunjungan tersebut adalah untuk memberikan beberapa penyampaian kepada warga terkait masalah pendidikan di pulau tersebut.
   Bertempat di salah satu ruang kelas, dalam kesempatan tersebut, beliau juga menghadirkan dan memperkenalkan secara langsung kepada warga, M. Jufri Saleh, kepala sekolah yang baru menggantikan Bpk. Lamappa, yang telah resmi di non-aktifkan dari jabatannya sejak Jum’at, 2 Maret 2012.
Kepsek Baru SD di Bonetambung, M. Jufri Saleh (tengah)
     Dalam pertemuan yang dihadiri oleh hampir seluruh warga tersebut juga langsung dibentuk tim Komite Sekolah. Adapun Peranan komite sekolah ini diharapkan dapat menjembatani dan turut serta memasyarakatkan kebijakan-kebijakan sekolah kepada warga.
Warga mendengarkan penyampaian dari Dinas
    Komite Sekolah yang terdiri dari Ketua, Wakil ketua, sekretaris dan bendahara langsung dipilih berdasarkan usulan oleh warga pulau bonetambung dengan arahan bapak kepala sekolah yang baru.
Pembentukan Komite Sekolah
    “Fungsi dari komite sekolah ini nantinya adalah untuk mengelola keuangan yang dipergunakan bagi kepentingan sekolah, seperti  Dana BOS kepada siswa, memantau kualitas proses pelayanan pendidikan disekolah, mengkaji laporan pertanggung jawaban pelaksanaan program yang dikonsultasikan oleh Kepala Sekolah” ungkap Bpk. M. Jufri Salah dihadapan para warga.

Tuesday, 6 March 2012

Bonetambung Kembali Menuntut

Jumat, 02 Maret 2012, puluhan mahasiswa ilmu kelautan dan warga pulau bonetambung yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pesisir Peduli Pendidikan mendatangi kantor wali kota makassar untuk bertemu langsung dengan Walikota Makassar dan menyampaikan tuntutan warga pulau Bontembu untuk segera memecat kepala sekolah SD Inp. Barrang Caddi di pulau Bonetambung yang dianggap telah lalai dalam menjalankan tugasnya.

Warga Bonetambung didampingi Mahasiswa Kelautan menyampaikan Aspirasi di depan gedung Walikota Makassar
Namun pada saat itu, walikota sedang tidak berada ditempat. Aspirasi warga yang datang ke kantor Walikota diterima oleh Kepala Bidang Humas, Bpk. Mukthar Tahir. Dalam pertemuan dengan beberapa perwakilan dari warga dan mahasiswa, beliau menyampaikan bahwa Kepala Dinas sudah menonaktifkan Bpk. Lamappa sebagai kepala sekolah SD Inpres Barrang Caddi terhitung mulai hari jumat ini (02 Maret 2010).

“Kami telah menghubungi Dinas Pendidikan Kota Makassar terkait hal ini, dan Kepala Dinas Pendidikan, Drs. H. Mahmud BM, Mpd menyampaikan bahwa Bpk Lamappa telah dinonaktifkan sebagai Kepsek SD Inpress Barrang Caddi terhitung mulai Jumat, 2 maret 2012” ungkapnya.
 
Bapak kepala DIKNAS Kota Makassar di dampingi Sekretaris.
Ditemui di ruang pertemuan Kantor Dinas Pendidikan, Kepala Dinas, Drs. H. Mahmud BM, Mpd membenarkan hal tersebut. Warga dan mahasiswa yang mendatangi kantor Dinas usai melakukan pertemuan di kantor walikota mendengan secara langsung pernyataan dari kepala Dinas bahwa Bpk. Lamappa telah dinonaktifkan. Rencananya Bapak Sekretaris Diknas Kota makassar akan langsung ke Bonetambung, mengurus perihal penonaktifan Bpk. Lamappa sebagai kepala sekolah pada Kamis, 8 Maret 2012.

Advokat Muda Kelautan Kembali Mengadvokasi Warga Bonetambung

Aksi sebelumnya yang telah dilakukan di kantor Diknas dan gedung DPR sulawesi selatan, dianggap warga pulau memberikan keputusan yang sebenarnya tidak jelas alias “menggantung”. Kesepakatan yang telah dibuat oleh Kepala Dinas Pendidikan, bahwa dalam waktu kurun 1 minggu sejak aksi damai di kantor Dinas, kamis 9/2/12, Dinas akan menunjuk tim khusus untuk memantau dan mengusut secara langsung di Bonetambung, sebenarnya tidak menjanjikan apa-apa terhadap dipecatnya Kepsek SD Inpress Barang Caddi, Bpk Lamappa.

Warga pulau, mersa semakin ragu dengan keseriusan dinas pendidikan kota Makassar untuk menyelesaikan masalah ini. Disamping banyak masyarakat yang kecewa karena batalnya acara penyerahan ijazah kepada siswa sd untuk angkatan 2005 hingga 2011 yang seharusnya diserahkan oleh Sekretaris Diknas pada kamis, 23 Februari 2012, kejanggalan ditemukan pada beberapa ijazah SD yang dibawa oleh Bpk. Lamappa (kepsek) ke pada warga. Warga bingung dengan adanya ijazah beberapa warga yang sebenarnya tidak tamat di SD tersebut. Hal ini membaut warga meragukan keaslian ijazah2 tersebut.

Menanggapi hal ini, tim advokat muda kelautan UH kembali ke pulau Bonetambung pada hari Rabu, 29 Februari 2012. Dalam diskusi bersama warga, dicapai keputusan agar mahasiswa kelautan UH diharapkan untuk kembali mendampingi warga untuk kembali melakukan aksi damai. Warga menyepakati untuk melakukan titik aksi di kantor walikota Makassar, agar bisa secara langsung bertemu dengan walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan menyampaikan tuntutan warga dihadapan walikota.
Tim Advokat muda dijamu makan siang di salah satu rumah warga Bonetambung

KELAMIN (Keluhan Masyarakat Indonesia) Edisi Perdana


Salam bahari...

Sebagai salah satu program kerja departemen Kajian Strategis dan Advokasi di SEMA Kelautan, penerbitan newsletter kampus ini bertujuan untuk memperkaya dinamika informasi dan komunikasi sivitas akademika kelautan UH.

Dalam edisi perdana ini, newsletter KELAMIN menghadirkan laporan utama tentang Kriminalisasi Pendidikan, dan laporan khusus yang membahas tentang Derita Pendidikan Pulau Bonetambung. Informasi seputar kegiatan mahasiswa kelautan di rubrik Campusiana. Pembaca juga bisa mendapatkan berbagai informasi tentang resensi film dan buku yang dapat ditemukan dalam rubrik Resensi. Tidak ketinggalan rubrik Opini juga Hadir sebagai tempat khusus untuk menampung aspirasi civitas akademika dalam mengeluarkan pendapatnya tentang berbagai hal.

Newsletter KELAMIN bisa didownload di sini

Selamat Membaca Semoga Bermanfaat..

Thursday, 1 March 2012

Marine Day: Tuangkan Ekspresimu!!!

Acara bertajuk Marine Day : Tuangkan Ekspresimu, yang sebentar lagi akan dilaksanakan oleh SEMA Kelautan UH pada 10 Maret 2012, merupakan kegiatan untuk  yang pertama kalinya dilaksanakan.
Sebagai acara hiburan,kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media bagi para mahasiswa kelautan untuk menampilkan dan mengekspresikan diri mereka melalui seni dan musik.
Selain itu, menurut Ketua Senat Kelautan, Akhzan Nur Iman, dengan diadakannya kegiatan ini juga diharapkan dapat kembali meramaikan koridor dan senat kelautan, "Jarang-jarang keluarga bisa kumpul bareng kalau bukan di acara wisudawan, paling di OPL baru Senat terlihat ramai. Semoga dengan adanya kegiatan ini, karena ini merupakan acara KEMA (Keluarga Mahasiswa), keluarga bisa berkumpul dan kembali meramaikan senat kita", ungkapnya.
Dalam kegiatan ini beberapa terdapat bermacam item, Ruang Ekspresi item ini akan diisi dengan Music Show, Stand Up Comedy, Mimbar Bebas, Persembahan Angkatan, dan Games, pada setiap item ini setiap angkatan wajib dan berhak mempersembahkan tampilan solo maupun berkelompok.
Pada sesi hiburan akan diisi dengan Teatrikal dan Nonton Bareng. Teatrikal akan diisi dengan persembahan dari kawan-kawan OMBAK 2011 kepada KEMA Kelautan. Nonton Bareng akan diisi dengan menampilkan video dalam bentuk film dokumenter maupun kumpulan foto-foto menarik dari setiap angkatan.
Dalam kegiatan ini juga akan terdapat aneka stand, penjualan baju hasil karya KEMA Kelautan UH, stand Buku dan makanan.
Ketua Panitia kegiatan, Rizal, mengatakan bahwa ini merupakan acara yang pertama kalinya, sukses tidaknya kegiatan ini sangat bergantung dari partisipasi dan antusias dari KEMA, "Jika sukses, semoga kegiatan ini dapat menjadi event tahunan SEMA Kelautan", ungkapnya.

Friday, 10 February 2012

Selamat datang di blog SEMA KELAUTAN UH

Selamat datang di blog resmi senat Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Di Blog ini nantinya akan berisikan berbagai informasi Mulai dari informasi dasar mengenai Senat Mahasiswa Ilmu Kelautan UH, sampai kegiatan-kegiatan keorganisasian dan kemahasiswaan, program kerja, seputar perkuliahan, serta acara-acara yang ada di lingkungan Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin. Blog ini juga akan memuat artikel-artikel yang berkaitan dengan bidang-bidang Kelautan.

Selain sebagai salah satu rangkaian program kerja Pengurus Senat periode 2011 - 2012, blog ini dibuat juga sebagai upaya kami untuk meningkatkan sistem informasi organisasi serta memperluas jaringan dan hubungan keluar bagi Senat Mahasiswa Kelautan dan mempermudah dalam penyebaran informasi.

Oleh karena itu kami berharap semoga dengan adanya blog ini juga dapat menjadi penghubung antara segenap pengurus senat dan keluarga mahasiswa kelautan yang saat ini sedang aktif di bangku perkuliahan dengan alumni-alumni kelautan, maupun antara alumni dengan alumni yang sekarang tersebar diseluruh Indonesia, sehingga tetap terjalin silaturahim


Silakan beri komentar, kritik dan saran yang membangun.
Jalasveva Jayamahe...

Thursday, 9 February 2012

Aksi Peduli Pendidikan Pulau (Bonetambung)

Sedang menyampakaian Aspiras (foto: hprasyad)
Kamis siang (9/2/12),  puluhan mahasiswa Kelautan Unhas dan warga pulau Bonetambu yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pesisir Peduli Pendidikan, melakukan aksi damai di depan Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan adalah bentuk tindak lanjut terhadap kasus pendidikan di pulau Bonetambung. Beberapa bulan sebelumnya masyarakat telah melakukan pengaduan ke dinas Pendidikan kota Makassar perihal masalah pendidikan yang ada di pulau Bonetambung, namun hal tersebut tidak pernah mendapatkan respon yang jelas.

Akhirnya dalam aksi unjuk rasa pada Kamis siang itu, ada beberapa tuntutan yang diajukan kepada dinas pendidikan kota makassar. Diantaranya, menurunkan H. Lamappa yang saat ini menjabat sebagai kepala Sekolah SDN 2 Inpress Barang Caddi di pulau tersebut  karena dinilai tidak becus menjadi kepala sekolah, serta mengganti 2 guru di sekolah tersebut karena dianggap lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai guru.

Isu penggelapan dana BOS yang dilakukan oleh kepala Sekolah SD tersebut  juga diadukan. Selama beberapa periode pengajaran, dana bantuan BOS tidak pernah diterima oleh siswa-siswi sekolah dasar di pulau ini. Salah satu warga memberikan keterangan bahwa, “sudah beberapa tahun pengajaran ini, anak-anak mereka yang bersekolah tidak pernah menerima dana BOS. Alasannya, kepala sekolah mengatakan bahwa SDN 2 Inpress Bonetambu tidak terdaftar dalam penerima dana BOS.

Hal ini langsung dibantah oleh kepala dinas pendidikan Kota Makassar Drs. H. Mahmud BM, Mpd kepada seluruh mahasiswa dan warga yang hadir pada saat itu. Menurutnya, dana bos yang dikucurkan oleh pemda, sudah termasuk ke seluruh pulau-pulau kecil di makassar tanpa terkecuali. “Dinas Pendidikan kota Makassar akan menindak lanjuti pengaduan dan keluhan masyarakat ini. Ada beberapa tim dari dinas yang akan langsung turun memantau ke pulau bonetambu. Sebelum nantinya akan diambil suatu keputusan apakah kepala sekolah SD Inpress 2 barang caddi yang ada di bonetambu akan diturunkan dari jabatannya atau diganti” jelas kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Drs. H. Mahmud BM, Mpd.

Sunday, 22 January 2012

Munas Himitekindo IX


   Dengan mengusung tema "Bangsa Bahari Jati Diri Indonesia" Musyawarah Nasional Himitekindo IX kembali diadakan 14-21 Januari 2012, Universitas Hasanuddin Makassar sebagai tuan rumah dengan Sema Kelautan UH sebagai panitia pelaksana.

      Kegiatan Munas Himitekindo dimulai dengan kegiatan Simposium Nasional Kelautan pada Sabtu, 14 Januari 2012. Bertemakan “Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Pendapatan Devisa Negara” kegiatan ini dihadiri oleh beberapa pemateri diantaranya Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph. D (Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan), Dr.Ir. Dedi Heryadi Sutisna ( Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap), Dr.Ir Markus Nari, Msi (Anggota Komisi IV DPR-RI), Dr Syarifuddin Hasan ( Menteri Koperasi dan UKM). Menteri Pemuda dan Olahraga Dr.Andi Alifian Mallarangeng, juga menyempatkan hadir dan memberikan materi sekitar 45 menit.

       Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya Kelautan di ruang sidang, gedung Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas pada Minggu, 15 Januari 2012. Dalam kegiatan Lokakarya ini masing-masing delegasi dari setiap Universitas diberikan kesempatan untuk memaparkan permasalahan dan isu yang berkaitan dengan kelautan perikanan di masing-masing wilayah.

       Sementara agenda Munas Himitekindo dilaksanakan di pulau Barrang Lompo, Makassar, pada 16-21 Januari 2012. Kegiatan Munas Himitekindo ini ditutup dengan pemilihan Sekretaris Jenderal Himitekindo. Perwakilan delegasi dari Universitas Padjajaran, Ajeng Ayu Eviolita terpilih sebagai Sekjen Himitekindo Periode 2012 - 2013, menggantikan Sulaiman Nasir delegasi dari Universitas Hasanuddin yang menjabat sebagai Sekjen Himitekindo Periode 2011 - 2012.